PENGANTAR AKUNTANSI DAN BISNIS



Sifat Perusahaan

Perusahaan (business) adalah organisasi dimana sumber daya (input) seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) bagi pelanggan langsung. Perusahaan dapat berukuran apa saja, dari kedai kopi lokal sampai ke Astra Internasional, yang menjual triliunan rupiah mobil dan truk setiap tahunnya. Pelanggan perusahaan adalah individu atau perusahaan lain yang membeli barang atau jasa yang ditukar dengan uang ataupun barang lain yang berharga.

Tujuan dari setiap perusahaan adalah Memaksimumkan keuntungan. Keuntungan/Laba (profit) adalah selisih di antara jumlah yang diterima dari pelanggan atau barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk membeli sumber daya dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut.

Jenis-jenis Perusahaan

Terdapat 3 Jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba, yaitu:

1.      Pabrikan (manufacturing businesses)

Manufaktur mengubah input dasar menjadi produk yang dijual kepada masing-masing pelanggan. Contohnya: perusahaan General Motors, General Mills, Boing, Nike dll.

2.      Dagang (merchandising businesses)

Perusahaan dagang juga menjual produk ke pelanggan. Namun mereka tidak memproduksi barangnya sendiri, tetapi membelinya dari perusahaan lain(misalnya dari perusahaan pabrikan). Contohnya: Indomaret, Gramedia, Batam elektronik dll.

3.      Perusahaan Jasa (service bussinesses)

Perusahaan jasa menghasilkan jasa dan bukan barang atau produk untuk pelanggan. Contohnya: Perusahaan Disney, Perusahaan Garuda Indonesia dll.

 

Jenis-jenis Organisasi Perusahaan

3 Bentuk Perusahaan yaitu sebagai berikut:

1.      Perusahaan Perorangan (properietorship)

Perusahaan perorangan ini dimiliki oleh perorangan. Lebih dari 70% perusahaan di Amerika Serikat merupakan perusahaan perorangan. Kepopuleran bentuk ini adalah karena kemudahannya dan biaya pendiriannya yang rendah. Kelemahan utamanya adalah sumber daya keuangan yang terbatas hanya pada harta milik pribadi.

2.      Perusahaan Persekutuan (partnership)

Perusahaan Persekutuan ini dimiliki oleh dua atau lebih individu. Seperti juga perusahaan perorangan, Persekutuan dapat berupa perusahaan lokal, seperti toko perbaikan sepatu, toko musik, toko kecantikan, toko pakaian dll. Sekarang ini, sekitar 10% perusahaan di A.S. merupakan Persekutuan.

3.      Korporasi (corporation)

Perusahaan Korporasi atau perseroan dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah, sebagai suatu badan hukum yang terpisah. Kepemilikan dalam korporasi terbagi dalam lembar saham atau sero. Korporasi menerbitkan saham-saham tersebut kepada perorangan atau perusahaan lain, yang kemudian menjadi pemilik atau pemegang saham korporasi tersebut.

 

 

 

 

 

Pihak-pihak Berkepentingan

adalah perorangan atau entitas yang mempunyai kepentingan dalam menentukan kinerja perusahaan.

Ada 6 Pihak-pihak berkepentingan (business stakeholder) yaitu:

1.      Pemilik (owner)

Pemilik adalah yang menginvestasikan sumber datanya jelas mempunyai kepentingan untuk mengetahui seberapa baik kinerja perusahaan. Sebagian besar pemilik ingin memperoleh nilai yang paling ekonomis atas investasi mereka.

2.      Manejer

Manejer adalah orang yang dipercaya oleh pemilik untuk menjalankan perusahaan. Tugas utama manajer adalah mengevaluasi kinerja ekonomi perusahaan. Manejer yang tidak dapat memberikan hasil yang baik bagi perusahaan biasanya akan dipecat oleh pemilik perusahaan tersebut.

3.      Karyawan

Karyawan memberikan jasanya kepada perusahaan di mana mereka memperoleh upah. Karyawan juga mempunyai kepentingan dalam kinerja ekonomi perusahaan karena pekerjaan mereka tergantung pada hal itu.

4.      Pelanggan

Pelanggan juga mempunyai kepentingan dalam keberlangsungan perusahaan.

5.      Kreditur (creditors)

Kreditur menginvestasikan sumber dayanya melalui pemberian kredit.

6.      Pemerintah

Pemerintah juga mempunyai kepentingan terhadap kinerja ekonomi perusahaan. Hal ini terlihat dari pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat maupun daerah terhadap perusahaan melalui peraturan-peraturan perpajakan. Semakin baik kinerja perusahaan, semakin besar pajak yang dapat dipungut oleh pemerintah.

Peran Akuntansi dalam Perusahaan

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa akuntansi menghasilkan informasi yang digunakan manajer untuk menjalankan operasi perusahaan.Akuntansi juga memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui kinerja ekonomi dan kondisi perusahaan.

Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak –piha-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan. Misalnya, perorangan perlu menghitung kegiatan seperti jam kerja, cek yang telah dibuat, dan tagihan yang telah jatuh tempo. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap seseorang meliputi kreditor, Orang-orang yang tergantung kepadanya, dan pemerintah. Kepentingan utama pemerintah terhadap perorangan antara lain menyangkut pembayaran pajak yang sesuai.

Anda mungkin akan mengatakan bahwa Akuntansi merupakan “bahasa perusahaan” Karena melalui Akuntansilh informasi perusahaan dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan mereka. Pihak-pihak yang berkepentingan juga menggunakan informasi lain untuk pengambilan keputusan mengenai perusahaan. Misalny, dalam memutuskan apakah akan memberikan kredit untuk pembukaan toko tersebut.

 

Etika Usaha/Bisnis

Etika (ethic) adalah prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tingkah laku seseorang. Apapun latar belakang seseorang, apabila dia  mempunyai etika yang baik, dia akan mempertimbangkan dampak dari kegiatannya terhadap lingkungan sosial dan orang lain.

Pengusaha sebaiknya bekerja dalam kerangka etis. Walaupun kerangka etis tergantung pada pengalaman dan latihan masing-masing, namun terdapat beberapa prinsip yang menjadi dasar bagi perilaku etis, yaitu:

1.      Hindari pelanggan etis yang kecil-kecil

2.      Pusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang.

3.      Bersiaplah menghadapi konsekuensi yang kurang baik bagi diri Anda bila berpegang pada perilaku etis.

 

Profesi Akuntansi

Peran Akuntansi menekuni yaitu

1.      Akuntansi Swasta

Akuntansi swasta sering kali disebut akuntan manajemen. Jika mereka bekerja di pabrik, mereka disebut akuntan industri atau akuntan biaya. Kepala bagian akuntansi di perusahaan sering disebut kontroler.

2.      Akuntansi Publik

Dalam akuntan publik, seorang akuntan mungkin berpraktek selaku perorangan atau anggota dari kantor akuntan publik. Akuntan publik yang telah memenuhi pendidikan negara, berpengalaman dan lulus ujian dapat menjadi Akuntan Publik Bersertifikat (Certified Public Accountants = CPA).

Bidang Spesialisasi Akuntansi

Terdapat dua bidang spesialisasi akuntansi dalam praktek sehari-hari yang lazim ditemukan yaitu :

1.      Akuntansi Keuangan (financial accounting)

Akuntansi keuangan terutama berkaitan dengan pencatatan dan pelaporan data serta kegiatan ekonomi perusahaan. Walaupun informasi tersebut menghasilkan informasi yang berguna bagi manajer, namun hal itu merupakan laporan utama bagi pemilik, kreditor, lembaga pemerintahan dan masyarakat.

2.      Akuntansi Manajerial (manajerial accounting)

Akuntansi manajerial menggunakan baik akuntansi keuangan maupun data yang di estimasi untuk membantu manajemen dalam menjalankan operasi perusahaan sehari-hari dan merencanakan masa depan operasi. Akuntansi manajemen mengumpulkan dan melaporkan informasi yang relevan dan tepat waktu bagi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen. Misalnya, manajemen mungkin membutuhkan informasi untuk mencari cara alternatif dalam membiayai pembangunan gedung baru. Atau l, manajemen membutuhkan informasi apakah akan memperluas operasi perusahaan menjadi lini produk baru. Oleh karena itu, isi dan bentuk laporan kepada manajer dapat berbeda-beda.

Prinsip-prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (GAAP/ generally accepted accounting principels)

Jika manajemen perusahaan mencatat dan melaporkan data keuangan seperti yang diinginkannya, maka perbandingan di antara perusahaan akan sulit, bahkan tidak mungkin. Oleh karena itu, akuntan keuangan mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum/GAAP dalam membuat laporan keuangan. Laporan-laporan tersebut memungkinkan investor dan para pemegang saham untuk membandingkan perusahaan yang satu dengan yang lainnya.

 

Konsep Ekuitas Usaha (Business Entity Concept)

Konsep entitas usaha penting karena membatasi data ekonomi dalam sistem akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Dengan kata lain, perusahaan dipandang sebagai entitas terpisah dari pemilik, kreditor, atau pihak yang berkepentingan lainnya. Misalnya, akuntan yang bekerja pada perusahaan perorangan hanya akan melakukan pembukuan terhadap kegiatan perusahaan tersebut dan bukan terhadap kegiatan, aktiva, atau hutang.

 

 

Konsep Biaya

Aktiva, Kewajiban, dan Ekuitas Pemilik

Transaksi Bisnis dan Persamaan Akuntansi

Laporan Keuangan

Laporan Laba-Rugi

Laporan Ekuitas Pemilik

Neraca

Laporan Arus Kas

Analisis dan Interpretasi Keuangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar