PENGERTIAN ANALISIS TRANSAKSI
Analisis adalah suatu aktivitas dalam memilah dan mengevaluasi sesuatu agar dapat dikelompokkan menurut kreteria tertentu. Kemudian, pengertian dari transaksi adalah suatu kejadian ekonomi yang melibatkan 2 pihak dalam proses jual beli, pinjam-meminjam, pembayaran & penerimaan uang serta kejadian lainnya yang disertai dengan bukti/data/dokumen yang dapat dinilai secara material. Sehingga dapat disimpulkan Analisis transaksi adalah suatu aktivitas memilah dan mengevaluasi suatu kejadian ekonomi yang melibatkan 2 pihak atau lebih dalam proses jual beli, pinjam-meminjam, pembayaran-penerimaan uang, serta kejadian ekonomi lainnya yang disertai dengan bukti yang dapat dinilai secara material sesuai dengan ketentuan akuntansi.
Tujuan analisis transaksi adalah untuk menentukan posisi transaksi pada akun-akun yang sesuai untuk didebetkan dan / atau dikreditkan.
Pada pembahasan mengenai debit kredit, kita mengenal sistem pencatatan berpasangan atau double-entry system. double-entry system adalah metode pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan dua kali yakni pada sisi debit maupun kredit. Metode double entry diperlukan untuk semua bisnis agar dapat menerbitkan laporan keuangan berupa laporan posisi keuangan, laba rugi, perubahan modal, arus kas serta catatan atas laporan keuangan.
MENGENAL JENIS AKUN
Di dalam akuntansi akun dibagi menjadi Akun Harta, Akun Kewajiban, Akun Modal, Akun Pendapatan, Akun Beban.
AKUN HARTA/ AKTIVA (Assets)
Harta merupakan jumlah kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan usahanya. Harta dapat dikelompokkan menjadi:
Harta/ Aktiva lancar
Harta lancar adalah harta yang dimiliki oleh perusahaan, yang perputaraa nya kurang dari satu tahun. Yang termasuk harta lancar adalah sebagai berikut:
Kas
Kas adalah uang tunai yang dapat digunakan setiap saat baik yang ada dalam perusahaan maupun saldo rekening giro perusahaan yang terdapat pada bank.
Jenis-jenis kas:
- kas kecil (Petty cash)
- kas dibank seperti kas di bank BRI, kas bank BNI dan lainnya
Surat-surat berharga (efek)
Efek adalah surat-surat yang dimiliki perusahaan untuk diperjualbelikan. Gunanya untuk memanfaatkan dana kas/bank yang dipakai.
Jenis-jenis surat berharga
- surat sanggup
- saham
Piutang
Piutang adalah tagihan pada pihak lain baik perorangan maupun badan usaha yang timbul akibat adanya penjualan kredit.
Jenis piutang
- piutang usaha (account receivable)
- wesel tagih (notes receivable)
- piutang lain-lain (other receivable)
Persedian
Menurut Hendrix Sagit Martinus, Persedian adalah pos-pos aktiva yang
dimiliki oleh perusahaan untuk dijual dalam operasi bisnis normal atau
barang yang akan digunakan atau dikonsumsi dalam membuat barang yang
akan dijual persediaan barang yang tersedia untuk dijual (dalam perusahaan dagang), persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi (dalam perusahaan manufaktur).
Jenis Persediaan
- persediaan barang dagang
- persediaan bahan baku
- persediaan produk dalam proses
- persediaan produk jadi
- persediaan bahan penolong
- persediaan lain-lain
Perlengkapan
Perlengkapan adalah barang-barang yang digunakan untuk kegiatan perusahaan dan diperkirakan habis dipakai dalam setahun. Misalnya, perlengkapan kantor atau perlengkapan toko (biasanya juga disebut bahan habis pakai).
Beban dibayar di muka
Beban dibayar di muka adalah biaya yang telah dibayar, namun manfaat dari pembayaran belum diperoleh atau digunakan,
Jenis-jenis beban dibayar dimuka
- asuransi dibayar di muka,
- sewa dibayar di muka,
- iklan dibayar di muka.
Aktiva Tetap
Menurut PSAK (2004) pengertian aktiva tetap adalah aktiva yang berwujud
yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih
dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan dan mempunyai masa
manfaat lebih dari satu tahun. Sementara itu, menurut Ikatan Akuntansi Indonesia aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang
diperoleh dalam bentuk siap pakai dengan dibangun terlebih dahulu, yang
digunakan dalam operasi perusahaan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam
rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari
satu tahun. Yang termasuk aktiva tetap adalah sebagai berikut:
Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Fixed Assets)
Aktiva tetap berwujud adalah suatu
aset yang dimiliki badan usaha atau perusahaan yang masa pemakaiannya lebih dari satu
tahun, bukan untuk dijual, dan dipakai untuk operasional. Jenis aktiva
ini mengalami penyusutan setiap tahunnya sehingga harus dihitung dalam
pembukuan.
Jenis-Jenis aktiva tetap berwujud
- Tanah (tidak dilakukan penyusutan)
- Bangunan / Gedung
- Mesin
- Peralatan Kantor
- Peralatan Produksi
- Kendaraan
Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets)
Aktiva tetap tak berwujud adalah suatu hak istimewa milik perusahaan dan mempunyai nilai, tetapi tidak memiliki wujud fisik.
Jenis-jenis aktiva tetap tidak berwujud
- Hak Cipta
- Hak Paten
- Goodwill
- Franchase
- Hak sewa
AKUN KEWAJIBAN (LIABILITIES)
Menurut IFRS (PSAK 57), Liabilitas adalah kewajiban kini dari perusahaan
yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaian yang diharapkan
dapat menghasilkan arus keluar dari sumber daya perusahaan dalam
mewujudkan manfaat ekonomi. Kewajiban ini dibedakan atas utang lancar dan utang jangka panjang.
Hutang Lancar / Kewajiban Lancar
Menurut PSAK Kewajiban Lancar adalah kewajiban yang diharapkan akan
dibayar dengan menggunakan aktiva lancar atau dengan menciptakan
kewajiban jangka pendek lainnya.
Hutang usaha adalah pinjaman yang timbul karena pembelian barang/jasa secara kredit.
Wesel bayar
Wesel bayar adalah janji tertulis yang dibuat oleh perusahaan untuk membayar kepada
kreditor sejumlah tertentu dan bunga pada tingkat yang disepakati.
Biaya yang masih harus dibayar
biaya yang masih harus dibayar, adalah beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar,
jenis-Jenis biaya yang masih harus dibayar
- hutang sewa,
- hutang gaji,
- hutang bunga;
- hutang pajak
Pendapatan diterima di muka
pendapatan diterima di muka, yaitu kewajiban yang disebabkan perusahaan menerima lebih dahulu uang, sedangkan penyerahan jasa atau barang belum dilakukan
Hutang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban untuk melunasi pinjaman tertentu dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun. Hutang ini timbul karena pelunasan perusahaan untuk membeli peralatan-peralatan baru atau mesin-mesin baru. Yang termasuk hutang jangka panjang antara lain:
Hutang bank
Hutang bank, yaitu hutang yang timbul sebagai akibat dari pinjaman yang diberikan pihak bank kepada perusahaan yang diperoleh berdasarkan permohonan dari perusahaan;
Hutang hipotek ( Mortage Notes Payable)
Hutang hipotek, yaitu suatu jenis pinjaman jangka panjang dengan menggunakan jaminan berupa aktiva tetap.
Hutang obligasi (Bond Payable)
Hutang obligasi, yaitu hutang yang disebabkan perusahaan menerbitkan dan menjual surat-surat berharga.
Hutang lain-lain
Hutang lain-lain adalah utang yang tidak termasuk utang lancar ataupun utang jangka panjang. Misalnya, utang kepada direksi dan kepada pemegang saham.
AKUN EKUITAS / MODAL (EQUITY)
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan
setelah dikurangi semua kewajiban. Secara umum, ekuitas dapat
didefinisikan sebagai hak dari pemilik perusahaan pada harta
perusahaan. Jenis-jenis ekuitas adalah sebagai berikut:
Modal Disetor
Modal disetor adalah besarnya uang yang disetorkan oleh pemegang saham, modal disetor dapat kelompokkan menjadi dua yaitu:
1. Modal Saham yaitu jumlah nominal saham yang beredar.
2. Agio/Disagio Saham yaitu selisih antara setoran pemegang saham
dengan jumlah nominal saham. Agio merupakan selisih di atas nominal,
sedangkan Disagio merupakan selisih di bawah nominal.
Pengambilan Pribadi (Prive)
Prive adalah pengambilan dana oleh pemilik (owner) perusahaan perorangan untuk keperluan pribadi yang akan mengurangi modal.
Laba Ditahan
Laba ditahan adalah laba yang tidak dibagi,
maksudnya adalah keseluruhan atau sebagian laba perusahaan pada periode
tertentu yang tidak dibagi kepada pemegang saham sebagai dividen mereka.
AKUN PENDAPATAN
Definisi pendapatan menurut PSAK no 23 adalah arus
masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal
perusahaan selama satu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan
kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. Pendapatan dibedakan atas:
Pendapatan usaha
Pendapatan usaha, yaitu pendapatan yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha;
Pendapatan di luar usaha
Pendapatan di luar usaha, yaitu pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Jenis-jenis pendapatan di luar usaha
Pendapatan Bunga (Interest Earned)
Pendapatan Bunga (Interest Earned) adalah pendapatan dari bunga yang telah menjadi hak perusahaan atas jasa yang diberikan berupa pinjaman kepada pihak lain
Pendapatan Sewa (Rent Earned)
Pendapatan sewa adalah pendapatan yang menjadi hak perusahaan karena jasa dalam menyewakan suatu harta (aset) kepada pihak lain
Pendapatan dividen (Cash Dividend Earned)
Pendapatan dividen (Cash Dividend Earned) adalah sejumlah uang atau penghasilan dan sudah menjadi hak perusahaan sebagai
bagian laba (keuntungan) karena perusahaan memiliki saham-saham yang
dikeluarkan oleh perusahaan lain.
Pendapatan Royalti (Profit Asset)
Pendapatan Royalti adalah pendapatan baik secara berkala maupun keseluruhan, sebagai imbalan atas hak paten, hak cipta, atau sumber alam yg diatur undang-undang.
Pendapatan dari Penjualan Aktiva Tetap
Pendapatan dari penjualan aktiva tetap adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan aktiva tetap yang digunakan untuk kegiatan operasional.
AKUN BEBAN
Menurut IAI dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan (2007:19), mendefinisikan
beban atau expenses adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi
dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam
modal. Jenis-Jenis beban adalah sebagai berikut:
Beban Akrual
Beban Akrual (Accrued Expense) adalah beban yang masih harus dibayarkan oleh perusahaan, tetapi pembayarannya belum dilakukan sampai periode selanjutnya.
Contoh beban akrual:
- beban akrual yang terutang kepada karyawan di akhir periode.
- bunga akrual atas wesel bayar
- bunga akrual atas pajak akrual
Beban Kredit Macet
Beban Kredit Macet (Bad Debts Expense), adalah beban yang timbul karena tindakan tertagihnya piutang usaha.
Beban Operasional
Beban Bunga
Beban Penyusutan
Beban Tangguhan
Beban dapat dibedakan atas:
- beban usaha, yaitu pengorbanan yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha
- beban lain-lain, yaitu pengorbanan yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan pokok usaha, misalnya beban bunga yang dibayar oleh perusahaan pada saat tertentu atas pinjaman yang diperoleh dari bank.
Menjurnal Transaksi
Memposting jurnal ke Buku Besar
Menyiapkan Daftar Saldo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar